Tiga Kategori Branding

Tiga Kategori Branding

74
0
SHARE

Kata “Branding” berasal dari kata dasar brand atau merek dalam bahasa Indonesia. Berikut dua definisi branding :

1. Branding menurut Kotler : Branding adalah nama, istilah, tanda, simbol, atau rancangan, atau kombinasi dari semuanya, yang dimaksudkan untuk mengidentifikasikan barang atau jasa atau kelompok penjual dan untuk mendiferensiasikannya (membedakan) dari barang atau jasa pesaing (Kotler, 2009:332).

2. Branding menurut Neumeier : Branding berarti suatu pernyataan mengenai siapa (identitas), apa yang dilakukan (produk/jasa yang ditawarkan), dan mengenai kenapa suatu merek layak dipilih (keistimewaan). Brand adalah reputasi, merek yang memiliki reputasi adalah merek yang menjanjikan, sehingga publik mempercayai dan memilih merek tersebut (Neumeier, 2003:54).

Jika disederhanakan dalam bahasa mudahnya , Branding adalah segala macam daya upaya yang dilakukan untuk menanamkan pikiran atau perasaan tertentu (terhadap suatu merek).

Unsur-unsur dalam branding :

  1. Merek  (nama)
  2. Logo
  3. Penampilan visual (bentuk produk, bangunan, warna, dll)
  4. Juru bicara (Brand Ambassador, Maskot, Tokoh Pendiri) 
  5. Kata-kata: akronim, nama panggilan, slogan, tag line, jingle.
  6. Suara: lagu, nada, lagu tematik.

Nah, lalu apa saja kategori branding? Ada tiga kategori branding, yaitu :

  1. Personal Branding : Menyangkut perasaan dan pikiran-pikiran tentang orang tertentu. Semua perkataan , status, gelar apa yang dikerjakan dan dikenakan seseorang akan membentuk personal branding. Blog personal dan akun social media akan berpengaruh pada personal branding, berhati-hatilah dengan apa yang Anda tulis 🙂 
  2. Corporate Branding : Berhubungan dengan perasaan-perasaan dan pikiran-pikiran masyarakat terhadap suatu institusi (oraganisasi, perusahaan, lembaga, partai, dsb). Corporate Branding PT. Mahkotadewa Indonesia adalah sebagai perusahaan jamu terpercaya yang memproduksi jamu bermutu dan berkhasiat. 
  3. Product Branding : Menyangkut sikap dan perasaan seseorang terhadap produk atau merek tertentu. Apa yang Anda pikirkan ketika mendengar nama Jamsi (Jamu Diabetesi) atau Jamkho (Jamu Kolesterol) ?

Sudah mengatur branding dengan baik?

#CemilanBisnis
#DBBC
#DeBrittoBusinessCommunity
#HBU

 

sumber :

  • Manajemen Pemasaran (Kotler, Philip)
  • The Brand Gap (Neumeier, Marty)
  • Camera Branding (Rhenald Kasali)

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY