Libur akhir tahun Saya dan keluarga sengaja tidak kemana-mana karena kami sebelumnya sudah mendahului liburan. Jadi biarlah yang lain liburan dan kami mengisi hari libur dengan nonton film di Bioskop saja.

Salah satu yang kami tonton yaitu film “Susah Sinyal” karya Ernest Prakasa. Alasan utama saya menonton Susah Sinyal selain karena sinopsisnya yaitu karena faktor Ernest. Saya pernah nonton Ernest ber stand up comedy secara langsung dan beberapa kali melihat aksinya di Youtube, menurut saya lucunya “biasa saja” … tidak spesial atau mungkin bahasa kerennya kurang “pecah”. Tapi lain halnya saat Ernest berkarya dalam film “Cek Toko Sebelah” … kelucuan dan pesan yang ada menurut saya bukan hanya “pecah” namun “pecah berkeping-keping”.

Film Susah Sinyal berkisah mengenai keluarga Ellen yang terdiri dari Kiara (anak Ellen) dan Oma Agatha (Ibu Ellen) . Ellen merupakan single mother yang berprofesi sebagai pengacara yang sukses dan sibuk memiliki hubungan yang kurang dekat dengan Kiara anaknya. Kurangnya perhatian dari Ellen sedikit terobati dengan adanya Oma Agatha yang selalu ada dan mendukung Kiara. Kiara juga mengalihkan kekecewaannya pada Ellen dengan aktif bernyanyi di Social Media , bahkan ikut serta dalam sebuah kontes bernyanyi yang seleksinya melalui social media.

Beruntungnya Kiara memiliki Oma Agatha berubah jadi kesedihan, Oma Agatha meninggal dunia. Tanpa adanya Oma Agatha Kiara seakan kehilangan tempat bersadar dan Ellen pun kehilangan orang kepercayaan untuk memperhatikan Kiara.

Naluri Ellen sebagai Ibu dan nasehat dari Iwan membuat Ellen bertekad lebih dekat dengan Kiara. Diaturlah jadwal liburan bareng ke Sumba yang akhirnya memang membuat mereka bertambah dekat.

Kedekatan hubungan Ellen dan Kiara kemudian diuji dengan tidak hadirnya Ellen dalam suatu peristiwa penting Kiara. Merasa kecewa , Kiara minggat. Bagaimana cerita selanjutnya silahkan ditonton sendiri 😁.

Selain memiliki pesan mengenai kejujuran perasaan serta kisah cinta ibu dan anak , film ini juga diwarnai banyak kelucuan. Sumber utama kelucuan menurut saya berasal dari duet Arie Kriting dan Abdur serta Dodit dengan polah ndesonya. Kelucuan dari bbrp pemeran yang “agak maksa” lumayan tertutup oleh mereka.

Jika dibandingkan dengan film Cek Toko Sebelah saya nilai masih lebih “pecah” CTS dibandingkan Susah Sinyal. Tapi film ini sukses bikin anak perempuan (11 tahun) dan istri saya baper hingga nangis.

Nilai Personal : 7,5