Lego , Mainan “Jadul” Yang Tetap Jadi Nomor Satu

Lego , Mainan “Jadul” Yang Tetap Jadi Nomor Satu

21
0
SHARE

Di keluarga saya, mainan Lego telah dimainkan oleh 3 generasi yaitu Ayah , Saya sendiri dan Anak Saya. Luar biasa bagaimana mainan lego dapat terus bertahan dan menjadi nomor satu untuk kategori “plastic construction toys” .

Lego Group di Denmark dimulai dari bengkel kerja seorang pengrajin kayu bernama Ole Kirk Christiansen (1891 – 1958). Christiansen pertama kali membuat mainan kayu pada 1932 dan pada tahun 1934 perusahaannya mulai menggunakan nama LEGO , berasal dari bahasa Danish yaitu leg godt yang berarti dimainkan dengan baik.

Untuk mainan LEGO yang kita kenal saat ini diawali pada tahun 1947 saat LEGO pertama kali membuat mainan dari plastik termasuk balok plastik yang disebut “Automatic Binding Bricks”.

Pada awal kemunculan mainan plastik tersebut, sebuah majalah di Demark Legetøjs-Tidende (“Toy-Times”) menulis bahwa mainan plastik itu tak akan bisa menggantikan mainan kayu tradisional. Namun ternyata LEGO mampu membuktikan anggapan itu salah. LEGO dibawah Godtfred (anak dari Christiansen) makin gencar berinovasi. Godtfred menyadari potensi dari LEGO dan mendapatkan saran dari para pembeli luar negeri untuk melakukan inovasi pada mainan LEGO. Pada 1958 mainan LEGO mulai “diupgrade” , butuh 5 tahun untuk menemukan bahan yang tepat waktu itu. Namun hasilnya sepadan untuk menutupi kekurangan dari versi terdahulu seperti terbatasnya “penguncian” antar balok dan mainan yang terlalu “kaku”.

Setelah pengembangan bahan dan design awal, LEGO terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi-inovasi dalam produksi mereka seperti hadirnya minifigure dan bentuk-bentuk baru. Untuk strategi branding dan pemasaran pun yang mereka lakukan sangat luar biasa dengan menggandeng tokoh superhero dan trend lain yang sedang populer. Tidak cukup hadir di setiap trend, LEGO pun membuat LEGOland dan LEGO store, taman bermain dan toko khusus LEGO. Saat ini LEGO juga ada dalam bentuk video games , film dan pakaian.   

Moto dari LEGO adalah det bedste er ikke for godt yang berarti “hanya yang terbaik merupakan yang terbaik” atau bisa juga diartikan “yang terbaik tidak pernah terlalu baik”. Akankah LEGO terus jadi yang terbaik? kita ikuti saja perjalanan mereka berikutnya 🙂

#CemilanBisnis
#DeBrittoBusinessCommunity
#DBBC
#HBU
HBUtomo.com

NO COMMENTS

LEAVE A REPLY