Get Adobe Flash player
Kategori Artikel
Taekwondo Kid :)
Artikel Pilihan

Bisnis

Kerjakan Jangan Hanya Dibayangkan

Pada sebuah kampus,  seorang dosen membagi kelas menjadi 3 group yaitu X, Y dan Z. Dosen tersebut lalu meminta ke 3 group untuk membuat presentasi mengenai Bisnis Kuliner di bulan Ramadhan.

Group X langsung berkumpul dan browsing untuk mencari informasi atau berita mengenai bisnis kuliner di bulan Ramadhan. Setelah mendapatkan informasi yang dirasa cukup, mereka lalu bergerak ke pembuatan presentasi.

Group Y mencari informasi dengan browsing dan bertanya langsung ke para penjual kuliner . Dengan bertanya mereka mendapatkan informasi langsung dari pelaku usaha kuliner. Setelah mendapatkan informasi online dan offline mereka kemudian membuat presentasi.

Group Z mencari informasi dengan browsing dan bertanya langsung juga ke para pelaku usaha kuliner. Setelah mendapatkan informasi yang diperlukan mereka kemudian “iseng” mencoba juga berjualan kuliner di bulan Ramadhan. Presentasi mereka berisi sumber informasi online , cerita para pelaku usaha kuliner dan hasil pengalaman mereka selama berjualan kuliner.

Rasanya tidak perlu saya ceritakan atau tanyakan mana presentasi yang lebih baik dan menarik. Ayo langsung Kerjangan Jangan Hanya Dibayangkan 🙂 .

 

#CemilanBisnis
#DeBrittoBusinessCommunity
#DBBC
#HBU
HBUtomo.com

Perlu Kritis Saat Melihat Peluang

Kata Kritis bisa berarti kondisi gawat , namun yang saya maksud kali ini yaitu kritis yang berarti : bersifat tidak lekas percaya; bersifat selalu berusaha menemukan kesalahan atau kekeliruan;  tajam dalam penganalisisan.

Kritis bukan berarti Skeptis yang hanya berarti kurang percaya atau ragu-ragu tanpa menganalisa. Jika hanya skeptis, itu menandakan Anda mungkin saja memang malas berpikir 🙂 .

Permasalahan orang yang “merasa jenius” adalah berhenti pada sikap skeptis tanpa berpikir lebih lanjut. Seringkali peluang atau ide yang seharusnya bisa dikerjakan dengan baik menjadi tertutup karena penolakan di awal.

Dalam melihat setiap peluang usaha kita sebaiknya bersikap kritis, tidak tergesa-gesa untuk langsung percaya namun tetap tenang dan berpikir. Pikirlah berkali-kali, cari data dan fakta pembanding yang terpercaya, mintakan juga pendapat dari orang lain yang kompeten. Cobalah untuk “keluar dari sepatu” dan “kenakan sepatu orang lain” untuk melihat sudut pandang berbeda. 

Bersikap kritis berlaku juga buat yang hobi broadcast atau baca berita broadcast , jangan langsung percaya … cek terlebih dahulu … jika malas untuk cek maka sebaiknya simpan saja untuk Anda sendiri .

Mari bersikap kritis 🙂

#CemilanBisnis
#DBBC
#DeBrittoBusinessCommunity
#HBU
HBUtomo.com

 

Kepo Wajib Bro

Entah darimana sumbernya , bahasa “gaul” KEPO katanya merupakan akronim dari Knowing Every Particular Object yang berarti sebutan untuk orang yang selalu ingin tahu atau selalu penasaran akan suatu hal.

Jika dalam kehidupan sehari-hari sering diartikan sebagai sesuatu yang negatif, dalam dunia bisnis justru diperlukan “KEPO” ini. Sangat baik memiliki sifat penasaran dan selalu ingin tahu dalam bisnis, dengan demikian langkah Anda dalam bisnis selalu menyesuaikan perkembangan kondisi terkini.
 
Banyak perusahaan yang terperangkap dalam zona nyaman melakukan hal yang “itu-itu saja” dan menutup mata akan perkembangan kondisi terkini. Tidak ada KEPO atau sifat selalu ingin tahu dalam melakukan pengembangan usaha. Hasilnya perusahaan seperti ini akhirnya terlibas oleh perusahaan lain yang selalu KEPO dan melakukan langkah-langkah yang menyesuaikan perkembangan terkini. Jadi KEPO itu Wajib Bro 🙂

Lego , Mainan “Jadul” Yang Tetap Jadi Nomor Satu

Di keluarga saya, mainan Lego telah dimainkan oleh 3 generasi yaitu Ayah , Saya sendiri dan Anak Saya. Luar biasa bagaimana mainan lego dapat terus bertahan dan menjadi nomor satu untuk kategori “plastic construction toys” .

Lego Group di Denmark dimulai dari bengkel kerja seorang pengrajin kayu bernama Ole Kirk Christiansen (1891 – 1958). Christiansen pertama kali membuat mainan kayu pada 1932 dan pada tahun 1934 perusahaannya mulai menggunakan nama LEGO , berasal dari bahasa Danish yaitu leg godt yang berarti dimainkan dengan baik.

Untuk mainan LEGO yang kita kenal saat ini diawali pada tahun 1947 saat LEGO pertama kali membuat mainan dari plastik termasuk balok plastik yang disebut “Automatic Binding Bricks”.

Pada awal kemunculan mainan plastik tersebut, sebuah majalah di Demark Legetøjs-Tidende (“Toy-Times”) menulis bahwa mainan plastik itu tak akan bisa menggantikan mainan kayu tradisional. Namun ternyata LEGO mampu membuktikan anggapan itu salah. LEGO dibawah Godtfred (anak dari Christiansen) makin gencar berinovasi. Godtfred menyadari potensi dari LEGO dan mendapatkan saran dari para pembeli luar negeri untuk melakukan inovasi pada mainan LEGO. Pada 1958 mainan LEGO mulai “diupgrade” , butuh 5 tahun untuk menemukan bahan yang tepat waktu itu. Namun hasilnya sepadan untuk menutupi kekurangan dari versi terdahulu seperti terbatasnya “penguncian” antar balok dan mainan yang terlalu “kaku”.

Setelah pengembangan bahan dan design awal, LEGO terus melakukan penelitian dan menciptakan inovasi-inovasi dalam produksi mereka seperti hadirnya minifigure dan bentuk-bentuk baru. Untuk strategi branding dan pemasaran pun yang mereka lakukan sangat luar biasa dengan menggandeng tokoh superhero dan trend lain yang sedang populer. Tidak cukup hadir di setiap trend, LEGO pun membuat LEGOland dan LEGO store, taman bermain dan toko khusus LEGO. Saat ini LEGO juga ada dalam bentuk video games , film dan pakaian.   

Moto dari LEGO adalah det bedste er ikke for godt yang berarti “hanya yang terbaik merupakan yang terbaik” atau bisa juga diartikan “yang terbaik tidak pernah terlalu baik”. Akankah LEGO terus jadi yang terbaik? kita ikuti saja perjalanan mereka berikutnya 🙂

#CemilanBisnis
#DeBrittoBusinessCommunity
#DBBC
#HBU
HBUtomo.com

Mengidentifikasi Peluang Usaha Yang Layak Dikerjakan

PELUANG bisa diartikan PELaku akan medapatkan UANG. Banyak peluang usaha bertebaran , bisa berupa tawaran usaha maupun ide untuk membuat sesuatu …

Tak semua peluang usaha “layak” dikerjakan, bagaimana cara menilai atau mengidentifikasi peluang yang “layak” dikerjakan? Berikut tips yang saya kumpulkan dari beberapa sumber dan dari pengalaman pribadi :

1. Merupakan Solusi : peluang usaha yang baik dapat menyelesaikan permasalahan yang ada. Misal : solusi dari yang suka makan “enak” tapi kolesterolnya tinggi ya JAMKHO atau MADECOL.

2. Mempunyai Added Value : sebuah peluang yang baik dapat memberikan nilai tambah dari sesuatu yang sudah ada.

3. Mampu Meningkatkan Profit atau Market : peluang yang baik tentunya harus menghasilkan keuntungan dan atau memperbesar market. Melakukan ekspansi usaha sendiri dapat memperbesar market, namun perhitungkan dengan baik apakah benar menguntungkan? Bagaimana jika bekerjasama dengan pihak lain?

4. Memiliki Risk & Reward yang sepadan. Usaha yang dikerjakan sebaiknya sepadan dengan apa yang nantinya akan didapatkan.

5. Tidak Musiman : jika mengincar usaha yang langgeng maka jangan memilih usaha yang sifatnya “musiman”

6. Tidak Mudah Ditiru : apa yang anda kerjakan tidak mudah ditiru.

7. Ketersediaan Produk (barang atau jasa) Terjamin : sebagus apapun peluang , jika kita sulit menyediakan apa yang kita jual maka itu merupakan hambatan yang sangat besar. Misalnya makan kadal berbuntut 3 berkhasiat mengobati flu … Memangnya mudah menemukan kadal berbuntut 3? 😁

Ada ide atau saran lain dalam mengidentifikasi peluang usaha yang layak dikerjakan?

#CemilanBisnis
#DeBrittoBusinessCommunity
#DBBC
#HBU
HBUtomo.com

UseQuote.com : kata-kata mutiara , life quote , dll

Kumpulan dari Puluhan Ribu Kata Mutiara