27 Januari 2018 kawan-kawan Alumni SMA Kolese De Britto di Bekasi mengadakan seminar Melek Investasi (lihat disini : http://debritto.net/event/melek-investasi/ ). Narasumbernya seper tjihui , yaitu :

– A. Tony Prasetiantono, M.Sc., Ph.D. : Direktur Pusat Studi Ekonomi dan Kebijakan Publik Universitas Gadjah Mada. Pengamat Ekonomi RI.
– Marco Poetra Kawet : Kepala Kantor Perwakilan Kelapa Gading – Divisi Pengembangan Wilayah -PT Bursa Efek Indonesia
– dannn Perwakilan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Meski belum punya uang “nganggur” hingga Trilyunan , menurut saya investasi (dan menabung) tetap wajib dilakukan. Seorang kawan saya yang seorang pakar saham bahkan berkata investasi saham bisa dimulai dari uang ratusan ribu rupiah saja. Lalu saya coba bertanya ke beberapa kawan, investasi apa saja yang dilakukan mereka, ini jawabannya : 

1. Properti 
Investasi yang dianggap “paling aman” karena harganya cenderung naik, hanya saja biaya investasinya jelas tidak sedikit. Ada yang membeli properti (tanah, rumah, apartemen, dll) dan menunggu harga naik , ada juga yang sekalian menyewakan properti.

2. Emas
Emas merupakan salah satu investasi favorit yang juga dianggap sangat aman karena harganya cenderung naik dari tahun ke tahun seperti halnya properti. Emas juga mudah dijual jika sewaktu-waktu membutuhkan dana. Bahkan seringkali emas dianggap sebagai “tabungan”.

3. Saham
Membeli saham berarti membeli kepemilikan suatu perusahaan, besarnya kepemilikan tergantung uang yang anda investasikan dalam saham. Perusahaan akan memberikan keuntungan kepada pemegang saham yang disebut sebagai deviden. Bila perusahaan berjalan dengan baik atau dianggap baik maka akan banyak peminat yang membeli saham dan harga saham akan naik. Naiknya harga saham tentu merupakan keuntungan bagi para pemegang saham yang akan mendapatkan keuntungan jika menjual sahamnya. Namun jika harga saham turun karena perusahaan merugi maka investasi yang Anda tanamkan bisa berkurang bahkan hilang. Saham bisa dibeli melalui perusahaan sekuritas. Untuk tiap transaksi jual atau beli Anda akan dikenakan biaya.

4. Obligasi
Obligasi merupakan surat tanda bukti hutang yaitu bukti bahwa kita memberikan hutang kepada suatu perusahaan atau pemerintah. Pihak yang berhutang akan memberikan bunga hutang untuk jangka waktu tertentu. Obligasi yang paling aman adalah surat hutang kepada negara.

5. Reksadana
Reksadana merupakan tempat kita menghimpun dana secara kolektif. Dana tersebut akan dikelola oleh Manajer Investasi dan akan diinvestasikan pada suatu investasi lainnya. Keuntungan atau kerugian yang terjadi pada investasi tersebut akan dibagi rata untuk para investor. Bagi yang baru memulai investasi ini merupakan salah satu pilihan yang “pas” . Ada banyak pilihan reksadana seperti reksadana pasar uang, reksadana pendapatan tetap, reksadana saham, dan reksadana campuran.

6. Deposito
Deposito mirip dengan tabungan, yaitu sama-sama menyimpan uang dan akan mendapatkan bunga. Hanya saja bunga yang didapatkan lebih tinggi dari bunga tabungan dan uang tidak boleh diambil dalam jangka waktu tertentu. Jika belum jatuh tempo dan ingin mengambil uang maka akan dikenakan denda.

7. Investasi Bisnis
Uang yang dimiliki ditanamkan dalam suatu bisnis / usaha dengan pembagian keuntungan. Ini merupakan investasi yang butuh pertimbangan masak karena sangat beresiko. Harus dipertimbangkan dengan baik peluang usahanya dan harus ada PERJANJIAN TERTULIS yang jelas mengenai keuntungan dan kerugian. Banyak kawan menjadi korban “investasi bodong” atau “investasi tipu-tipu” karena tergiur untung besar dan kepandaian orang yang menawarkan. 

Nah itu 7 investasi yang dilakukan oleh kawan-kawan saya. Ada tambahan? Buat yang tertarik mengetahui lebih jauh soal investasi kita ketemu di http://debritto.net/event/melek-investasi/ ye boz … belajar bareng 🙂